"Ungkapan Kecil"
Dingin angin malam
Menyapaku lembut dan mesra
Di bawah rerintikan hujan, kau cari kehangatan
Di dalam rerintihan jiwa, kau cari kebahagiaan
Jika dirimu tak merasa bersalah
Ku jalani hidupku dengan rasa lelah
jika kau tersenyum di bibir dan kalbu
Ku teteskan darah dan berharap untuk memilikimu
Setangkai berlian dari dalam lautan
Tumbuh di padang berpasir
Meleburkan sebagian daripada gersang
Sepasang mawar di atas bukit
Diantara putih dan hitam
Terlukis sebagian daripada indah
Tertiup angan oleh angin
Tipis sutra bersayap
Burung terbang menyambut penuh hangat terasa
Ahai, hancurlah sebagian daripada hidup
Bahagia menari bersama mentari hingga kuning menjingga
Tanpa sedikitpun penyesalan
Tiada sedetikpun penantian
Tersenyum di hari-hari yang keras
Menjadi diri, abaikan kicauan anjing keras kepala
Akankah bunga tak merekah
Tatkala datang musim mekar
Bintang di langit, tiada lagi bersinar
Tatkala daku bagai tanpa taring
Dalam hampa yang membahana
Jeritan menyerah kian memenuhi setiap sudut telinga
Sungguh, bintang itu telah pandai berhias dan bercermin
Haruslah ku mengerti
Tajam pandang mencabik hati yang tengah terluka
Kilauan sinar teramat menawan yang menyilaukan mata
Telah merusak sebagian ranting-ranting..
Semak belukar yang terbakar
Ku dengar murka api yang berkobar
Dalam air mata yang tak terurai
Hanya ku dapati serangkai rantai
Nafas yang bernaung di langit biru
Bulan bintang melihatku dan terharu
Ku tinggalkan bangkai permata di sini
Sedang kaki melangkah pergi dan tak kembali
Ketika tangan diantara terpangku dan merayap
Tiada beralih pandang akan merpati
Ingin ku cekik atau ku penggal leher nan mungil
Datanglah iba di hati dan ku biarkan terbang
Pohon tegap, tegak, tetaplah tegar
Ranting jatuh berdenting bagaikan jarum
Sedang dedaunan pun sama bergugur
Daku menatap dalam belas kasih
Walau ia tersenyum dalam perjuangan
Ketika dikau dalam api berkobar
Takutlah akan tubuhmu terbakar
Tak, tak ada sedikitpun air yang berlarian
Melainkan tiada datang hanya seorang
Terpadamlah api oleh air mata
Sehinggalah dikau jumpai debu-debu bertebaran
Kala terlihat cahaya rembulan
Seolah dikau mampu menggenggamnya
Sedang mereka mendapati sisa-sisa yang meredup
Melainkan daku mencoba berpaling
Tetap tertunduk, melihat tanah-tanah yang basah
Tatkala titik-titik kecil dalam bejana
Berteriak bersuara ingnkan bebas merdeka
Merekalah akan terbungkam
Diam tertegun oleh lada kehidupan
Dikau tengah memeluk malam mencekam
Dan tiada kau lihat bintang-bintang
Daku tiada akan memetik dan kepadamu memberikan
Tiada pula berucap tentang indahnya bulan
Melainkan dikau tak tenggelam dalam kesunyian
Lihatlah, ia tersenyum dalam jauh di matamu
Jangan, janganlah dikau mendekati yang bersila
Sedang dalam bayang orang memanglah berbeda
Sungguh, akal telah mencoba bertapa di gua nan sunyi
Ia tetaplah duduk, tiada bersandar dalam ketenangan
Bukan ia tak melihat pula merasa akan mereka
Melainkan ia selalu melayang bersama kedamaian hati
Tetaplah bagimu untuk tak mengerti
Karena daku bukan dikau, pula dia jua mereka
Dan tetaplah kehidupan dalam perbedaan
No comments:
Post a Comment