"Suara Hati"
Hati tak bersambut dengan hati
Mata mengabaikan pandangan
Harapan melayang oleh angin
Tertawa bersama awan
Hinggap di apollo amrik
Dan bermuara di angkasa
Ingin ku rasakan kepedihan ini
Walau di akhir cerita
Belumlah tentu kau tersenyum bersamaku
Ingin ku jalani hidup dengan kesedihan kini
Meski bisalah dari semua akan pnyesalan yang ada
Ku nantikan saat di mana
Kan ku tatap mata dan parasmu
Walau dalam kegalauan di setiap petang datang menjelang
Di mana gemerlap bintang
Tatkala langit muram dan petir menggeliat
Kelucuan hadir ketika aku masih bisa tersenyum
Dan menertawakan diriku dalam hati
Walau kesunyian mengelilingi
Waktu berdetak, jantungku berdetik
Mataku kabur menatap depan samar nan misteri
Kian gelisah, kian cemas, kian takut nian
Jalan sunyi berair
Terinjak roda perlahan
Malam yang dingin
Rintik hujan gemericik
Angin membekap
Cahaya lampu berjajar
Gemetarlah jemari di saku yang sempit
Mulut bersenandung
Hijau di jalan tertangkap gelap
Perjalanan untuk mencari kenangan
Dirinya tertidur, melupakan semua
Biarkan kenangan kecil
Tatapan tulus
Senyuman indah
Dan kehancuran yang selalu terbayang
"Lupakan, lupakan bintang kecilnya
Bagaikan melilit sisa harapan
Dan mencoba meracuni hati
Melawanlah wahai dirimu...
Tegakah melihat hatimu kian meradang
Tentang dirinya
Apa ada yang tertinggal hingga kau tak bisa bernafas
Sedungukah dirimu yang tak mampu berfikir
Ataukah telah buta matamu hingga tak kau lihat kenyataan"
Terngiang di telinga
Bisikan-bisikan jiwaku yang merana
Kadang terlupa, kadang menyapa
Cerita usang kini asing
Tertuang di lembar hidup sebuah kisah
Tertuai kecewa rasa di hati
Setipis kulit sutra
Tulang belulang terbungkus aliran darah yang terpancar
Menjadi basahlah kekecewaan
Satu tanya yang masih belum terjawab di akhir drama
Akankah mampu membuka mata sebelum menutup mata
Nyata di alam mimpi
Semu di alam nyata
Semerbak seribu serbuk menyerbu hidup
Kemana kan kau bawa seberkas sinar
Indah dan memancar
Dari mata yang berbinar
Andaikan datang hari itu
Hari di mana kau akan mengerti
Hari di mana akan terbuktikan
Yang kini tergenggam telah terlepas
Yang ada pun hilang melayang terbang
Setiap tetes air mata
Mungkin akan menjadi butiran mutiara
Yang telah lama terpendam
Tapi, masihlah terasa luka nyata dalam hati
Karena dirimu masih terlelap
Terbuai dalam lautan kasih sayang
Ingin ku buktikan
Mungkin aku bersalah mengharapkanmu
Namun, dengan semua itu
Mungkin tak akan ada yang kecewa
Andaikan sedikit dari mata yang terbuka
Walau hanya sekejap bintang berkedip
Tentu cukuplah bagiku bahagia
Meski itu bukan yang terbaik
Tak ada jua rasa yang...
Mungkin bermuara di awan
Hinggap di cakar sang elang
Karena ku ingin dirimu mengerti
Walau tak sekarang, biarkan saja mungkin nanti
Ku coba untuk tetap tegar bertahan
Menggenggam luka tanpa ada
Satupun bintang yang melambaikan senyumannya
Kepadaku di malam ini
Aku harap kau akan tahu
Arti dari semua yang terjadi
Karena untuk kini
Aku masih belum bisa beranjak
Dan melepaskan semua jeratan
Belum mampu ku buktikan
Dan kesempatan itu pun belum datang
Andaikan ada sedikit titik menuju hatimu
Akan ku datang dengan yang ku bisa
Secepat setepat anak panah melesat
Seakan tak mungkin terjadi
Tapi, yakinlah kita akan berjumpa
Walau kau muak, walau kau benci
Tapi, mungkin benar terjadi dan ku akan datang
Sungguh menyesakkan dan penuh luka
Jua tentang yang berkeras hati dan tak mau bicara
Rindu yang bertabur di sepanjang malam
Melepas semua keringat di dahi
Memutuskan aliran darah di hati
Tak ada yang banyak daripada sedikit
Tak ada yang berarti daripada semua ini
Bukan jua banyak kata yang menguap
Melainkan inti lah yang terbaik
Mungkin satu daripada yang belum pernah kau mengerti
Pun diriku yang melayang
Meliuk-liuk bersama tornado mengamuk
Gemetar dihantui satu yang bermakna
Tapi, biarkan kini seperti yang seharusnya terjadi
Karena bisa berubah yang akan datang
Bisalah tak sama dengan semua harapan
Jika semua memang sudah...
Biarlah terlepas dari hidupku
Belenggu rindu ini
Cinta yang tersakiti
Dan di sudut ruang kecil mencari yang sepertimu
Walau kau mungkin lebih baik
Biarkan dia menjadi lebih baik dengan ketulusan cinta
Dan harapanku untuk berlari
Meninggalkan lalu yang kelam
Penuh rasa, penuh derita
Banyak jalan membentang di atas bumi
Dan mungkin ini yang terbaik
Aku harap tak ingin datang
Tapi, kita akan bertemu di suatu penjuru
Kala kau bersama dengan yang lain
Dan mungkin tak terpisah lagi
Dengan cinta yang tertanam kuat ibarat kawat
Semakin menambah luka hingga
Aku tak mampu lagi untuk menatap rembulan
Terlilit dalam semu angan
Merana dalam kepedihan
Seakan hidupku bagai mimpi
Yang tak pernah terjadi
Hanyalah setetes madu di bukit serbuk hitam
Sekejap bahagia dalam derita yang lama
Kala wajah tak menawan
Bersinar terang lagi indah
Di tengah dingin malam yang memeluk
Tak ada pandangan padanya
Pun kemauan untuk menatap
Baling-baling di dinding
Sejajar bambu runcing
Ujung matanya akan menghunus urat nadi
Dan percikan dari darah yang menetes deras melukiskan pelangi
The bird is flying low
The fish is swimming slow
Looking for while you were said
"Who will be the best?"
I don't care about it
Seakan takut menjalani waktu
Seakan cemas melihat waktu berjalan
Seiring gundah di hati yang menanti
Akankah sia-sia semua ini dengan bungkam
Dan kala hati beradu kata
"Ingin mengejar apa yang belum pernah ku dapatkan
Dan yakin kan merasakannya".
Namun, dari suatu penjuru
"Lupakan, cukup sudah bagimu terluka
Dan bukankah masih ada banyak bintang yang bersinar di malam hari".
Kian hebat beradu, kian sakit terasa
Dan saat pilihan itu telah datang
Kembali lagi pilihan yang lain
Sungguh bimbang dalam gelombang rasa.
Mungkin tak pernah ada benci
Meski semua itu di depan mata
Meruntuhkan sebagian yang kumiliki
Mungkin kan selalu ada cinta
Walau benteng itu takkan mampu ku... taklukkan dengan semua yang terjadi
Ke mana kapal kan berlayar
Tatkala nahkoda terkapar?
No comments:
Post a Comment