Tuesday, April 5, 2016

Puisi "Mengingatkan orang lain jika kita sedang ultah"

"Mengingatkan tentang ultah"



Burung-burung berkokok nyaring
Ayam jantan berkicau merdu
Angin menari lemah gemulai
Pepohonan bersiul indahnya

Gelisah tiada tara
Was was bersama cemas
Menanti datangnya hari itu
Hari yang mereka lupakan

Biarkan aku yang akan mengenang
Memang untukkulah hari itu
Tak akan aku peduli yang lain

Tak ada pesta meriah
Jua gemerlap canda tawa
Tak ada jualah kemewahan
Cukup kesederhanaan yang terjadi

Melihat dunia dengan terpejam
Menangis dalam senyuman
Melihat dunia dengan tangisan
Tertawalah bahagia yang lain

Ku hentakkan air mata kala itu
Hingga merasakan telah cukup lama
Dan kala waktu menatapku dalam sunyi
Sebingkai kata terngiang

"Lupakah kau akan aku
Yang tak akan pernah melupakan kau dalam hidupmu
Dirikulah saksi bisu dan buta
Namun, bisalah aku melihat dan bicara

Harapanmu yang selalu bersinar
Kan ku hiasi dengan semerbak mawar
Ingatlah aku, ahai kawan karibku
Dan tegarlah hadapi dunia semenjak kau menangis kala itu"

Cukuplah telah lama ku lalui
Lembar demi lembaran hari
Jua telah ku tahu separuh dari rasa
Malu, murka, duka, bahagia

Titik kecil yang terjatuh dari langit
Menetesi dinding hatiku
Mengalirkan air mata ragam makna
Yang membasahi bumi tempatku berpijak

Mata air dari air mata
Bergulir dan mengalir
Dari mata ke bibir
Bermuara di jiwa

Telah ku pijak bumi ini cukup lama
Ku rakit mimpi mengukir cita
Kawan-kawan yang telah berlari
Menatap haru akan yang menunggu

Mimpi dari jemari terhimpun
Di ruang ataupun di lapang
Kadang menggertakku kini
Dan ucapkan perlahan penuh kelembutan

Masihlah ada penuh harapan dariku
Kelana yang selalu terjalani
Membuka mata sebelum menutup mata
Memetik bahagia di ujung kehidupan ini

No comments:

Post a Comment