"Lelah Menanti"
Lama benar ku tatap rembulan
Namun, mengacuhkan ia akan hadirku
Pula sang bintang yang berhias
Indah tak terdusta akan hati
Beku otak terhenti nadi
Menikam yang kumiliki dengan lembut
Melemahlah darah mengalir
Tersisip di telinga sebatang rokok
Sedang yang lain melekat di mulut
Menemaniku dalam gelisah kini
Asap berlalu lalang dalam tubuhku
Hilir mudik bak purnama mencari sinar yang hilang
Memanah jantung yang runtuh
Bukan kepalang gelisah mengadu
Harimau lapar tak ku sua
Namun, aumannya memekak di telinga
Malam suram hitam kelam
Mungkin bersama hingga melambai mimpi
Ku tebas tuntas selembut kapas
Ku tebang garang oleh tajam pedang
Lama terlelah hati akan penantian
Kan tercair beku hatimu oleh pembuktian
Tinta ini tak lagi menghitam
Yang mengalir hanya merah putih
Merah darah yang mengukir untukmu
Putih kertas bak harapan dariku
Yuuk, Baca juga puisi mencari cinta
No comments:
Post a Comment