"Murka dan Rindu"
Telah ku hapus sebagian ingatan
Akan berganti lembaran baru
Dalam setiap jejak di tanah
Tak akan hanya tersisa bayang kecilmu
Ku tembus mentari mengitari angkasa
Tak berharap akan kembali ke bumi
Belenggu rantai di tangan
Telah terlepas oleh amarahku
Kaki terpasung akan merdeka
Jua leher terjerat rasa setia
Akan tegar menantang samudera
Sepasang mata hilir mudik
Datang dan melayang bak angin menari
Tak akan tertatappun darinya
Hanya untuk lepaskan matamu dari khayal
Kala cinta menggodaku
Ku tendang ia beserta rajawali
Kala rindu menyeruak menyakiti
Ku hujamkan belati ke punggungnya
Kala murka membahana perkasa
Ku berikan ia semegah singgasana
Taring yang tertidur bangkit kembali
Harapan yang menggelora perlahan mati
Lelah yang terasa kian memberontak
Murka meraja jiwa raga
Kecewa akan terkubur waktu
Merancang lembar putih bersih
Berkelana menelusuri bumi
Untuk Mencari pengisi hati
Namun, kaki mati berhenti
Terkapar ku di puncak bukit
Diterpa badai terbangun dari mimpi
Resah ku melihat nyata
Melihat purnama setengah mata
Duri kecil tertanam di jemari
No comments:
Post a Comment