Tuesday, April 5, 2016

Puisi "Penantian Yang Terabaikan"

"Penantian Yang Terabaikan"



Kebahagiaan yang ku rasakan
Tak kau rasakan bukan
Kesedihan yang ku rasakan
Jua tak kau tahu kan
Karena kau tak mampu dengan semua itu
Dan biarlah aku menanti dengan ragaku yg bergetar

Tak ingin ku cintai kau
Lebih dari ku cinta Tuhan
Tapi gejolak manusiawi yang telah di beri oleh Tuhan
Tak akan pernah mati
Sampai takdir menjemput untuk kepastian

Antara jiwaku dan dirimu
Di dalam terik ataupun hangatnya malam
Antara terbakar jiwaku dan indahnya senyummu
Pertanda untukmu dariku
Agar kau tahu
Jika ku teramat menyayangimu

Hingga ku biarkan kau...
Menatap rembulan tersenyum kala hujan
Walau tak ku lihat sedikitpun cahaya sang
candra

Ku biarkan dirimu sebebas merpati terbang
Namun, tak kau tahu jua tanda-tanda kecil itu
Sekali ludahku mengalir
Tak akan pernah kembali
Jua tatapan pertama
yang tak ingin ku menutup mata lagi

Pun saat ku bertekad, takkan pernah ku mundur
Hingga kau tahu, jika ku masih hidup dan tetap ....

Biarkan ku jalani hidupku sekedip mata
Hingga Tuhan tentukan yang pasti
Antara aku, kau dan rasa ini

Dan tetaplah dirimu melangkah sejauh anak panah
Tinggalkanku dengan bahagiamu
Sampai langkahmu terhenti
Dan bertemu denganku lagi di ujung langkah
Karena ku telah menanti sebelum kau berlari

Jangan pernah benci, takut dan kecewa
Tuhan lebih tahu dari aku dan kau
Tersenyumlah atas karunia Tuhan
Dan nikmati waktu waktu indahmu
Sebelum bersua dengan yang tak prnah kau lihat lagi

No comments:

Post a Comment