"Tanya dari Yang Terluka"
Banyak bintang bertabur di langit
Jauh dan dekat, tiada beda untuk keduanya
Diam dalam keheningan malam
Membisu dalam pekatnya kesunyian
Sedang yang jauh mata mencari
Langkah kaki tiada terhenti
Di mana, mengapa, bagaimana?
Akankah membentang jalan yang luas
Untuk hati yang telah terjatuh
Tetap berlari dan selalu berlari
Namun, tiada hutan di mata
Tiada berjumpa keindahan ternanti
Manakala yang dekat datang bersua
Hanya akan berlalu
Sekilas tampak cermin yang retak
Bersandar di dinding sarat derita
Debu terbang sedikitlah yang melekat
Bak hati yang teriris belati rindu
Demi bumi yang kini menua
Demi waktu yang tiada terhenti
Sungguh, malam yang gelap seolah menebas asa
Hingga pergi nun jauh sendiri
Tak pernah...
Tak ada lagi mimpi
Gelak tawa hanyalah setetes madu
Senyum indah telah larut dalam secangkir air mata
Berlinang dan mengalir perlahan
Terasa lunglai sisi-sisi sendi
Lemah dan rapuh
No comments:
Post a Comment