"Suara yang teraniaya"
Kau teriakkan "Kita Saudara"
Kau ucapkan "kita satu bangsa"
kau katakan "kita telah merdeka"
namun, semua hanya tipu belaka
membujuk dalam mimpi hampa
akan ke mana kau bawa raga kami
menjadi budak dari rasa tamak
akan ke mana kau bawa mimpi kami
mencair akan keserakahan yang busuk
Tak cukupkah kau miliki lautan intan?
Kehidupan disini hanya sekali
untuk mereka yang menenggak anggur kenikmatan
begitu pula untuk kami yang terpasung dalam keterbatasan
Melainkan kami seakan-akan berulang kali mati
terbantai oleh kerasnya badai impian
Datang, pergi, hilang lalu terlupa
Hati yang tercabik oleh kejamnya bayang-bayang
Kami jaga, kami bawa, Kami siram dengan air ketabahan
Tiada lupa pula menebar rasa tegar
mereka mengacuhkan dengan tawa yang hina
Seolah kehidupan ini akan kekal abadi
No comments:
Post a Comment