"Selamat Tinggal, Kasih"
Terlumuri hidupku dengan sesal
Andaikan waktu ramah dan menatap indah
Mungkin dua merpati akan terbang bersama
Tangan terjabat erat
Dan tebarkan iri di hati yang lain
Namun, tak pernah ingin ku maki Tuhan
Sang Pencipta, Maha Perkasa jua Maha Pencabut nyawa
Biarkanlah aku yang akan berlutut dalam darah
Agar tak terhirau akan rayuan menggoda
Terbuta mataku akan kehidupan ini
Tapi, tak pernah terbuta oleh pancaran matamu
Terbunuh perasaanku
Dan tak berdayalah dalam kelemahan
Namun, tak akan mati hatiku untuk merasakan
Haruskah ku ragukan tulus setia
Dari dirimu yang menatap dengan indah mimpi
Dungulah aku jika menyelami lautan
Yang tak pernah mengering oleh harapan
Jua hadir mereka di kala senja
Tak pernah mampu ku lukis kata
Ingin ku bahagia di atas titian
Harapku jua tak dikau merana tanpaku
Kala macam jalan di depan mata
Tempuhlah dengan senyum iringan dari ku
Jangan kau jatuhkan durja di bumi
Akan memudar mutiara terindahmu
Air kesedihanmu yang tergenang kini
Aan ku hapus dengan air mataku
Ahai, kekasih terindah di drama hidupku
Yang telah ku sua dalam kelana
Tutuplah matamu saat mentari terbenam
Dan ku akan menghilang tatkala sunyi malam
Semogalah bahagia kau dalam belaian
Hingga tersambut pagi tanpa hadirku
No comments:
Post a Comment