Wednesday, April 6, 2016

Puisi "Kekacauan Hati"

"Kekacauan Hati"



Terbiasa ku temui dingin malam
Tak tertawa dalam kabut liar
Merenung dalam letih tak berujung
Berpikir dalam indah tak jua datang

Tak pernah olehmu tahu
Mataku rindu dan selalu rindu
Melainkan hati ini tak pernah mampu
Tak kuasa untuk memaksa
Hingga sirna sebagian waktu
Melayang pula kesempatan permata untuk memandangmu

Mata dan hati yang berbeda
Bergejolak dalam ombak perasaan
Derita batin dan perang yang berkecamuk
Menghempaskan semua bayangan-bayangan berlian

Manakala kini hati yang hening bersuara
Ingin menatap dan memandang sang rupawan
Melainkan tak pernah tahu
Siapakah gerangan bidadari yang terpilih

Demi mata yang tertutup mata
Demi kaki yang tiada kuasa berlari
Demi jiwa yang lemah dan menyerah
Semua mimpi seakan hampa
Bagai melewati ruang tiada udara

Tak, tak cukup berguna untuk kini
Jauh menghilang, dekat melayang
Tak ada rotan, tak ada akar
Tetap tenggelam




(Merindukn seseorang yang tak pernah mencintainya. namun ketika ingn mencari cinta yang lain, tak tahu ke mana harus melabuhkan hati yang terluka)

No comments:

Post a Comment