"Aku harus melangkah"
Bukan tentang kata yang terbuang
Bukan waktu yang telah pergi
Jua tentang cerita kecil dan usang
Melainkan mimpi kini menusuk hati
Melainkan rasa berselimut sepi
Memandang dikau dalam bayang malam
Hujan bernyanyi, pikiranku menari
Mulutku Biarlah terkunci
Karena hatiku berbicara di ladang permata
Waktu telah berlalu perlahan
Bahagia, indah melainkan jua kecewa
Kala hatiku berharap untuk selamanya
Menyayangimu dengan hati terluka
Sang mata rembulan telah pergi
Di awan-awan putih nan tipis
Kini mataku telah terpejam
Tanganku tak akan mampu menahan jarum waktu
Mataku tak akan kuasa memandang bayangmu lagi
Hatiku hanya satu, antara cinta dan benci
Daku tak akan jera mencintaimu
Ku relakan pula sebagian hatiku terdampar
Untuk menyayangimu, biarkan kian terluka
Karena keindahan telah...
Membutakan mataku untuk berpaling
Namun, kakiku harus beranjak
Rumput hijau telah gugur
Air embun bagai sinar mentari
Sedang hidupku tak akan berhenti
Daku akan memutar kapal ini
Kapal kecil tiada awak dan penumpang
Berlayar menuju langit asmara
Menjemput anak manusia separuh bidadari
Dari satu tatap mata hingga menutup mata
(Ketika seseorang harus melupakan dan mencari pengganti, karena hidup terus lah berjalan)
No comments:
Post a Comment