"Batas Penantian"
Pikiranku telah jenuh menghadapi Ketidakpastian
Tangan ini telah lelah menorehkan tinta
Tertera di kertas, mengukir kata-kata
Kaki ini tak sanggup lagi berdiri
Berdiri di puncak kesabaran
Puncak yang bertahun-tahun membuatku bertahan
Kini ia telah tiada
Hancur di terjang badai luka
Binasa terhantam ombak ketidakpedulian
Naluri sebagai insan biasa telah memanggilku
Batas penantian
Batas kesabaran
Rapuhnya raga ini
Kini mencuat ke permukaan
Oh, my god. help me, please..
I don't know, what can I do..
Aku memang lemah...
Tapi, mngapa aku lemah hanya karena cinta
Sesuatu yang seharusnya menjadi anugerah
Anugerah terindah dalam hidup
Dengan sisa asa yang masih bersemayam
Sisa tenaga yang telah lemah
Sisa raga yang telah rapuh
Sisa cinta yang nyaris sirna
Ingin ku cari sesosok manusia
Yang mencintaiku tulus apa adanya
Tak ingin lagi trluka
Tak ingin lagi merana
Tak ingin lagi terbekap mimpi
Sesuatu yang menghancurkan hidupku.
No comments:
Post a Comment