JAKARTA - Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan tindakan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang akan menggusur Kampung Luar Batang sebagai kesewenang-wenangan kekuasaan.
Menurut Yusril, lahan yang berada di kawasan Luar Batang adalah milik rakyat, karena mayoritas warga di Kampung Luar Batang memiliki sertifikat hak atas tanah yang ditinggalinya, sehingga penggusuran tersebut harus diluruskan.
"Jadi kalau misalnya kasus Luar Batang itu diklaim sebagai milik Pemprov DKI, berdasarkan Undang-Undang Perbendaharaan Negara, atau ada tercatat sebagai aset Pemerintah DKI atau tidak? Sertifikatnya atas nama siapa?" ujar Yusril saat ditemui di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (7/4/2016).
Selanjutnya, Yusril menjelaskan bahwa lahan di sana adalah milik rakyat. Artinya, apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta yang menggusur Kampung Luar Batang merupakan tindakan kesewenang-wenangan.
"Bisa semena-mena. Oleh karena itu, saya menentang kesemena-menaan, karena prinsip bagi saya pemerintah itu harus dijalankan berdasarkan keadilan. Kalau pemerintah itu tidak adil, saya akan melawan. Tapi, saya melawan dengan cara jalan konstitusional dan demokrasi," tukasnya.
source : news.okezone.com
Menurut Yusril, lahan yang berada di kawasan Luar Batang adalah milik rakyat, karena mayoritas warga di Kampung Luar Batang memiliki sertifikat hak atas tanah yang ditinggalinya, sehingga penggusuran tersebut harus diluruskan.
"Jadi kalau misalnya kasus Luar Batang itu diklaim sebagai milik Pemprov DKI, berdasarkan Undang-Undang Perbendaharaan Negara, atau ada tercatat sebagai aset Pemerintah DKI atau tidak? Sertifikatnya atas nama siapa?" ujar Yusril saat ditemui di Kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (7/4/2016).
Selanjutnya, Yusril menjelaskan bahwa lahan di sana adalah milik rakyat. Artinya, apa yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta yang menggusur Kampung Luar Batang merupakan tindakan kesewenang-wenangan.
"Bisa semena-mena. Oleh karena itu, saya menentang kesemena-menaan, karena prinsip bagi saya pemerintah itu harus dijalankan berdasarkan keadilan. Kalau pemerintah itu tidak adil, saya akan melawan. Tapi, saya melawan dengan cara jalan konstitusional dan demokrasi," tukasnya.
source : news.okezone.com

No comments:
Post a Comment